Jumat, 15 Maret 2019

Rintihan Anak Rantau


🍃🍂Mengharap Kasih Sayang Di Rantau Orang🐾

~Rintihan Dari Anak Rantau~

Kini ,, ,, ingin kumelangkah pergi
dari kerumanan orang yang ada dan setia setiap saat ,, ,,

Meski terkadang cobaan dan rintangan selalu datang menghalau ,, ,,

Kulewati dengan seutas senyum yang mengemban agar tetap tegar dan menawan ,, ,,

Disini ,, ,,
kumerintih
berada jauh di seberang orang, walau rasa lelah, letih selalu datang menghantam ,, ,,

Hanya demi mengharap kasih sayang dari orang tersayang berada jauh dirantau orang ,, ,,


Oleh : MM

~Selamat Pagi Kawan, sukses selalu untuk kalian~
Sambutlah sang surya menyapamu kembali,
Bersama dengan turunnya embun pagi,
Yang dihiasi dengan kicauan burung merpati,
Demi sang sang bidadari yang selalu menant,
~Selamat Pagi Sahabat G+ semuanya~

Komentar Ibnu Katsir Tentang Lomba Cerdas Cermat Antara Nabi Adam dan Malaikat

Komentar Ibnu Katsir tentang perlombaan cerdas-cermat yang diadakan oleh allah swt antara Para Malaikat dengan Nabi Adam. As
Dari perlombaan tersebut banyak kita ketahui bagaimana perbedaan antara Malaikat dengan Iblis. Malaikat dan Iblis sama-sama sombong cuma yang membedakan hanya satu yaitu Patuh....
Melanggarnya Malaikat ketika mengatakan
نحن نسبح بحمدك ونقدس لك
Sedangkan Iblis اناخير منه
Sombong berawal dari perasaan baik, sebagaimana sabda Baginda Rasul
الكبر بـــطر الحق وغمط الناس (رواه مسلم : 91)
" Sombong menentang kebenaran dan menganggap manusia tidak baik "
Lanjutan komentar Ibnu katsir terhadap lomba cerdas-cermat yang diadakan oleh Allah......

Dialog Allah dengan Para Malaikat terkait persiapan penurunan Adam As kemuka bumi sebagai Kholifatullah. Pernyataan pertama bahwasanya Malaikat, Adam dan Iblis sama-sama bersalah pada Allah swt. dan itu semua merupakan penduduk syurga yang sama-sama bersalah kepada Allah swt.
1. Kesahan Pertama Yaitu Malaikat, sombong

Malaikat menyombongkan diri ketika Allah berfirman
واذقلنا للملئكة إنى جـــــاعل فى الأرض خليفة
"Malaikat kami akan mempersiapkan Adam sebagai Kholifah dimuka bumi"
قالواأتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدمآء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك
"Kenapa Yaa Tuhanku kok masih mau menurunkan dan menjadikan orang ini pemimpin dimuka bumi sementara yang ada sudah sekian banyak, lalu yang membuat kerusakan, para Malaikat ini selalu mensucikan dan selalu bertasbih, apa tidak cukup saya yang baik ini? apa tidak cukup kami sudah menjadi baik?
2. Kesalahan Iblis Yaitu Sombong

Tapi beda antara sombongnya Malaikat kalau Malaikat menyombongkan kebaikan sedangkan Iblis menyombongkan Figur menyombongkan penampilan, pada ayat
واذقلنا للملئكة اسجدوا لأدم فسجدواإلا ابليس

Kemudian....
مامنعك أن تسجد إذ امرتك قال اناخير منه
"Saya lebih baik" akan tetapi dia tidak menyebutkan kebaikan apa itu? lain halnya dengan Malaikat yang menyebut kebaikannya
ونحن نسبح بحمدك
kalau iblis langsung saya, saya yang lebih baik bukan perbuatan dan prilakunya اناخير منه
Jadi beda antara kesombongan Malaikat dan Iblis.
3. Kesalahan Nabi Adam As

وكلا منها رغدا حيث شئتما ولا تقربا هذه الشجرة فتكونا من الظلمين. فأزلهما الشيطان عنها فأخرجهما مماكانافيه
Kesalahan Adam As adalah melanggar, melakukan sesuatu yang paten, yang sudah tidak boleh dilanggar sama sekali tapi Adam Melanggarnya.

Malaikat, Adam dan Iblis sama-sama salah, memiliki kesalahan yang sangat besar.

Malaikat diampuni oleh Allah, dan diperbaiki karena hanya menyebutkan kebaikannya, ia hanya semacam (Sum'ah) ingin sebutan yang baik.

Iblis sombong dan congkak dan tidak diampuni oleh Allah swt dan tidak mau bertobat tidak mau mengakui kesalahannya.

Nabi Adam As mau bertobat mau mengakui kesalahannya kepada Allah swt
فتلقى آدم من ربه كلمت فتاب عليه
dan oleh Allah diberikan beberapa kalimah, untuk sadar dan imsak mengakui kesalahan sehingga diterima oleh Allah
ربــــــــــنا ظلمنا انفسنا وإن لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخــــــاسرين
Dan Ayat ini merupakan ayat penyadar untuk mengetahui siapa diri kita? seperti apa kita? dan kembali kepada Allah swt.

Pamekasan, 03/03/2018