Komentar Ibnu Katsir tentang perlombaan cerdas-cermat yang diadakan oleh allah swt antara Para Malaikat dengan Nabi Adam. As
Dari
perlombaan tersebut banyak kita ketahui bagaimana perbedaan antara
Malaikat dengan Iblis. Malaikat dan Iblis sama-sama sombong cuma yang
membedakan hanya satu yaitu Patuh....
Melanggarnya Malaikat ketika mengatakan
نحن نسبح بحمدك ونقدس لك
Sedangkan Iblis اناخير منه
Sombong berawal dari perasaan baik, sebagaimana sabda Baginda Rasul
الكبر بـــطر الحق وغمط الناس (رواه مسلم : 91)
" Sombong menentang kebenaran dan menganggap manusia tidak baik "
Lanjutan komentar Ibnu katsir terhadap lomba cerdas-cermat yang diadakan oleh Allah......
Dialog
Allah dengan Para Malaikat terkait persiapan penurunan Adam As kemuka
bumi sebagai Kholifatullah. Pernyataan pertama bahwasanya Malaikat, Adam
dan Iblis sama-sama bersalah pada Allah swt. dan itu semua merupakan
penduduk syurga yang sama-sama bersalah kepada Allah swt.
1. Kesahan Pertama Yaitu Malaikat, sombong
Malaikat menyombongkan diri ketika Allah berfirman
واذقلنا للملئكة إنى جـــــاعل فى الأرض خليفة
"Malaikat kami akan mempersiapkan Adam sebagai Kholifah dimuka bumi"
قالواأتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدمآء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك
"Kenapa Yaa Tuhanku kok masih mau menurunkan dan menjadikan orang ini
pemimpin dimuka bumi sementara yang ada sudah sekian banyak, lalu yang
membuat kerusakan, para Malaikat ini selalu mensucikan dan selalu
bertasbih, apa tidak cukup saya yang baik ini? apa tidak cukup kami
sudah menjadi baik?
2. Kesalahan Iblis Yaitu Sombong
Tapi
beda antara sombongnya Malaikat kalau Malaikat menyombongkan kebaikan
sedangkan Iblis menyombongkan Figur menyombongkan penampilan, pada ayat
واذقلنا للملئكة اسجدوا لأدم فسجدواإلا ابليس
Kemudian....
مامنعك أن تسجد إذ امرتك قال اناخير منه
"Saya lebih baik" akan tetapi dia tidak menyebutkan kebaikan apa itu? lain halnya dengan Malaikat yang menyebut kebaikannya
ونحن نسبح بحمدك
kalau iblis langsung saya, saya yang lebih baik bukan perbuatan dan prilakunya اناخير منه
Jadi beda antara kesombongan Malaikat dan Iblis.
3. Kesalahan Nabi Adam As
وكلا منها رغدا حيث شئتما ولا تقربا هذه الشجرة فتكونا من الظلمين. فأزلهما الشيطان عنها فأخرجهما مماكانافيه
Kesalahan
Adam As adalah melanggar, melakukan sesuatu yang paten, yang sudah
tidak boleh dilanggar sama sekali tapi Adam Melanggarnya.
Malaikat, Adam dan Iblis sama-sama salah, memiliki kesalahan yang sangat besar.
Malaikat
diampuni oleh Allah, dan diperbaiki karena hanya menyebutkan
kebaikannya, ia hanya semacam (Sum'ah) ingin sebutan yang baik.
Iblis sombong dan congkak dan tidak diampuni oleh Allah swt dan tidak mau bertobat tidak mau mengakui kesalahannya.
Nabi Adam As mau bertobat mau mengakui kesalahannya kepada Allah swt
فتلقى آدم من ربه كلمت فتاب عليه
dan oleh Allah diberikan beberapa kalimah, untuk sadar dan imsak mengakui kesalahan sehingga diterima oleh Allah
ربــــــــــنا ظلمنا انفسنا وإن لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخــــــاسرين
Dan Ayat ini merupakan ayat penyadar untuk mengetahui siapa diri kita? seperti apa kita? dan kembali kepada Allah swt.
Pamekasan, 03/03/2018